Langit sore Jakarta yang tidak mendukung membuat aku merapatkan jaketnya dan berjalan agak cepat menuju halte. "kau perlu tumpangan? sepertinya hujan akan turun."kata pria dari dalam mobil. "terima kasih atas tawarannya akan tetapi rumahku masih jauu."jawabku."dimana pun rumahmu akan kuantar."kata pria itu. Aku pun menerima tawaran itu dan masuk kedalam mobil. "dimana rumahmu?"tanya pria itu. "di Rawa belong."jawabku."kalau aku tidak salah ingat disana tempat gadis yang kusukai waktu SMA tetapi kami berpisah sewaktu kami masuk ke perguruan tinggi."kata pria itu."benarkah? lalu kenapa kalian bisa berpisah?"kataku."kalau tidak salah, waktu itu dia memilih perguruan tinggi di Yogyakarta sedangkan aku di Singapore."katanya. "wah berarti kalian berdua belumjodoh jika sudah jodoh pasti kalian akan dipersatukan."kataku. "aku juga berharap seperti itu Fan."katanya.
Aku sampai kerumah menjelang adzan isya itu juga dikarenakan jalanan di Jekarta yang macet. "terma kasih 'pria misterius'."kataku. "sama-sama Fani."katanya sambil berlalu pergi. Entah mengapa aku merasa sangat dekat dengannya seperti pernah bertemu dengannya. "bu... Aku pulang."kataku. "kamu sudah pulang Fan."kata ibu. "ya.. Bu."kataku sabil menyandarkan diriku di atas sofa."kamu ini bukannya cucu kaki sama tangan atau sholat malah duduk-duduk disini."kata ibu."aduh ibu aku hari ini capek banget ngga kuat."kataku manja."kamu ini. Baru gitu aja sudah loyo. Jangan lupa nanti makan dulu baru tidur, ibu sudah memasak makanan kesukaanmu."kata ibu sambil berlalu. Setelah beristirahat sejenak di atas sofa aku memutuskan untuk berendam di bath tub memanjakna diriku di air hangat. Selesai mandi dan berendam aku pergi kemar untuk mengenakan pakaian ku, mataku tertuju pada tas kerjaku yang masih tersimpan buku novelku. 'Kira-kira siapa ya, orang yang memberikan novel ini'pikirku. "fani! cepet pakai bajunya makan malamnya sudah ibu siappin."kata ibu. "ya, bu aku segera kesana."kataku. "kamu tumben lama mengenakan bajunya."kata ibu."iya tadi lagi mikirin sesuatu."kataku."mikirin apa tuh Fan? Fan kamu kan lulusan UGM sudah lama tinggal di Yogya, apa kamu ngga kangen sama cowok SMA kamu atau temen kamu."kat ibu. "aku ngga kangen sejak aku lulus bu. Karena genk Ely itu."kataku. "kan, kamu ngga liat dia lagi sekarang buat apa kesel ngga baik nyimpen dendam."kata ibu."biar ah bu aku males ngomongin masalah SMA."kataku."tapi dulu kamu ngga pernah absen ngomongin masalah sekolah kamu sama si Rafael Lim."kata ibu."apa sih ibu ini tiba-tiba ngomongin dia udah makan."kataku. Begitulah aku saat acara makan tapi inilah saat yang paling kubahagiakan.
Prolog: Fani bertemu cowok yanng berhasil membuat dia jatu cinta, dan mengapa semua pertanyaan Pria misterius itu sama dengan kejadian Fani? Siapakah pria tersebut.
Kamis, 26 Desember 2013
Sabtu, 14 Desember 2013
Story love Grow
Aku terbangun dari tidurku yang nyeyak jam menunjukkan jam 5 pagi dan aku harus bergegas untuk mandi karena hari ini adalah hari pertamaku kerja. Namaku aku adalah Lestari Stefani. lestari adlah nama dari ibuku Dewi Lestrari ibuku berasal dari Yogyakarta sedangkan ayahku bernama David Stevan yah itulah asal nama Stefani, ayah ku kelahiran Australia dan menikah dengan ibuku yang sederhana. Ayah meninggal sejak aku berusia 5 tahun, menyedihkan memang tapi aku tak boleh menangisinya. Aku seorang wanita berambut sepundak berwarna cokelat, bermuka manis dan memiliki bibir yang tipis.
Selesai mandi seperti biasa aku mengenakan pakaian dan berangkat ke kantor tak lupa aku meyiapkan sarapan untuk ibuku. Hari ini jalanan begitu ramai kopaj yang kutumpangi pun penuh dan sesak. Untunglah aku masih bisa datang tepat sebenarnya jarak dari rumahku ke kantor tidak terlalu jauh tapi karena aku malas jalan. Aku bergegas menuju meja kerja ku, menaruh barang-barangku dan memulai pekerjaan. Pekerjaanku adalah seorang Editor di perusahaan ternama cukup mudah pekerjaan hanya memperbaiki teks atau nskah yang rumpang."hei kamu fani ya?"kata seorang pria."ya, aku fani ada apa?"tanyaku."tidak, tidak ada apa-apa."katanya sambil berlalu. Kulanjutkn pekerjaanku yang sempat kuhentikan tadi. Waktu menunjukan jam 12 siang bagiku untuk beristirahat. "fan, tugas kamu sudah selesaikan ayo kita makan sudah lapar nih"kata Rina teman kantorku. "oke, tapi aku mau nyerahin ini dulu ke bos."kataku. "aku tunggu ditangga ya."kata Rina.
"fan, tadi kamu liat cowok tadi ngga?"tanya Rina. "cowok tadi? yang mana."kataku. "iiih.. cowok tadi yang negur kamu itu liat kan."kata Rina. "iya aku liat kamu suka."kataku cuek. "iya soalnya dia itu tampan banget selain itu dia itu pemilik perusahaan ini."kata Rina."kamu matre lagi pula aku ngga peduli tentang dia, oiya darimana kamu tahu kalo dia itu pemilik perusahaan?"kataku. "engga juga kali Fan, aku dapet informasi itu dari temanku yang lebih dulu kerja disini."kata Rina. "begitu ayo cepetan makannya aku mau kembali ke kantor, nih"kata Fani. "iya tunggu aku bayar dulu."kata Rina. Sesampai di meja kantorku terdapat novel Sherlock Holmes karya Sir Athur Conan Doyle bersama sepucuk surat yang berisi 'seingatku kau sangat menyukai novel ini'
#ini adalah cerita bersambung pertamaku selamat membaca aku harap kalian senang
Selesai mandi seperti biasa aku mengenakan pakaian dan berangkat ke kantor tak lupa aku meyiapkan sarapan untuk ibuku. Hari ini jalanan begitu ramai kopaj yang kutumpangi pun penuh dan sesak. Untunglah aku masih bisa datang tepat sebenarnya jarak dari rumahku ke kantor tidak terlalu jauh tapi karena aku malas jalan. Aku bergegas menuju meja kerja ku, menaruh barang-barangku dan memulai pekerjaan. Pekerjaanku adalah seorang Editor di perusahaan ternama cukup mudah pekerjaan hanya memperbaiki teks atau nskah yang rumpang."hei kamu fani ya?"kata seorang pria."ya, aku fani ada apa?"tanyaku."tidak, tidak ada apa-apa."katanya sambil berlalu. Kulanjutkn pekerjaanku yang sempat kuhentikan tadi. Waktu menunjukan jam 12 siang bagiku untuk beristirahat. "fan, tugas kamu sudah selesaikan ayo kita makan sudah lapar nih"kata Rina teman kantorku. "oke, tapi aku mau nyerahin ini dulu ke bos."kataku. "aku tunggu ditangga ya."kata Rina.
"fan, tadi kamu liat cowok tadi ngga?"tanya Rina. "cowok tadi? yang mana."kataku. "iiih.. cowok tadi yang negur kamu itu liat kan."kata Rina. "iya aku liat kamu suka."kataku cuek. "iya soalnya dia itu tampan banget selain itu dia itu pemilik perusahaan ini."kata Rina."kamu matre lagi pula aku ngga peduli tentang dia, oiya darimana kamu tahu kalo dia itu pemilik perusahaan?"kataku. "engga juga kali Fan, aku dapet informasi itu dari temanku yang lebih dulu kerja disini."kata Rina. "begitu ayo cepetan makannya aku mau kembali ke kantor, nih"kata Fani. "iya tunggu aku bayar dulu."kata Rina. Sesampai di meja kantorku terdapat novel Sherlock Holmes karya Sir Athur Conan Doyle bersama sepucuk surat yang berisi 'seingatku kau sangat menyukai novel ini'
#ini adalah cerita bersambung pertamaku selamat membaca aku harap kalian senang
Langganan:
Postingan (Atom)