Kamis, 26 Desember 2013

Story love Grow 2

Langit sore Jakarta yang tidak mendukung membuat aku merapatkan jaketnya dan berjalan agak cepat menuju halte. "kau perlu tumpangan? sepertinya hujan akan turun."kata pria dari dalam mobil. "terima kasih atas tawarannya akan tetapi rumahku masih jauu."jawabku."dimana pun rumahmu akan kuantar."kata pria itu. Aku pun menerima tawaran itu dan masuk kedalam mobil. "dimana rumahmu?"tanya pria itu. "di Rawa belong."jawabku."kalau aku tidak salah ingat disana tempat gadis yang kusukai waktu SMA tetapi kami berpisah sewaktu kami masuk ke perguruan tinggi."kata pria itu."benarkah? lalu kenapa kalian bisa berpisah?"kataku."kalau tidak salah, waktu itu dia memilih perguruan tinggi di Yogyakarta sedangkan aku di Singapore."katanya. "wah berarti kalian berdua belumjodoh jika sudah jodoh pasti kalian akan dipersatukan."kataku. "aku juga berharap seperti itu Fan."katanya.

Aku sampai kerumah menjelang adzan isya itu juga dikarenakan jalanan di Jekarta yang macet. "terma kasih 'pria misterius'."kataku. "sama-sama Fani."katanya sambil berlalu pergi. Entah mengapa aku merasa sangat dekat dengannya seperti pernah bertemu dengannya. "bu... Aku pulang."kataku. "kamu sudah pulang Fan."kata ibu. "ya.. Bu."kataku sabil menyandarkan diriku di atas sofa."kamu ini bukannya cucu kaki sama tangan atau sholat malah duduk-duduk disini."kata ibu."aduh ibu aku hari ini capek banget ngga kuat."kataku manja."kamu ini. Baru gitu aja sudah loyo. Jangan lupa nanti makan dulu baru tidur, ibu sudah memasak makanan kesukaanmu."kata ibu sambil berlalu. Setelah beristirahat sejenak di atas sofa aku memutuskan untuk berendam di bath tub memanjakna diriku di air hangat. Selesai mandi dan berendam aku pergi kemar untuk mengenakan pakaian ku, mataku tertuju pada tas kerjaku yang masih tersimpan buku novelku. 'Kira-kira siapa ya, orang yang memberikan novel ini'pikirku. "fani! cepet pakai bajunya makan malamnya sudah ibu siappin."kata ibu. "ya, bu aku segera kesana."kataku. "kamu tumben lama mengenakan bajunya."kata ibu."iya tadi lagi mikirin sesuatu."kataku."mikirin apa tuh Fan? Fan kamu kan lulusan UGM sudah lama tinggal di Yogya, apa kamu ngga kangen sama cowok SMA kamu atau temen kamu."kat ibu. "aku ngga kangen sejak aku lulus bu. Karena genk Ely itu."kataku. "kan, kamu ngga liat dia lagi sekarang buat apa kesel ngga baik nyimpen dendam."kata ibu."biar ah bu aku males ngomongin masalah SMA."kataku."tapi dulu kamu ngga pernah absen ngomongin masalah sekolah kamu sama si Rafael Lim."kata ibu."apa sih ibu ini tiba-tiba ngomongin dia udah makan."kataku. Begitulah aku saat acara makan tapi inilah saat yang paling kubahagiakan.

Prolog: Fani bertemu cowok yanng berhasil membuat dia jatu cinta, dan mengapa semua pertanyaan Pria misterius itu sama dengan kejadian Fani? Siapakah pria tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar